Selasa, 16 Februari 2010

Wanita : Ibu

” wanita..itu dibuat dari tulang rusuk “

kata-kata itu yang membuat sebagian orang, terutama wanita merasa merinding, ketika trainer jempolan, kang Tora memberikan spririt ke pada mahasiswa fakultas ilmu komunikasi Unpad.

bagi saya, wanita adalah makluk yang mulia. makhluk yang dapat membuat dunia ini, bahkan akhir zaman, penuh dengan warna. coba deh, bayangkan, jika dunia ini, tidak makhluk ” Perempuan” ??

pasti tidak akan ada penyejuk, layaknya pendingin ruangan yang senantisa dinyalakan ketika kepanasan. atau mungkin tidak akan ada, penghangat, layaknya pemanas ruangan, ketika di sekitar ruangan, sangat dingin karena perubahan cuaca yang tidak menentu.

ITULAH..hebatnya wanita.

saat ini, kehebatan wanita, tidak lagi dipandang sebagai suatu bentuk yan nyata. akan tetapi, kehebtan wanita hanya sebagai angan-angan belaka dari sebagian orang, yang mengatas namakan kaum laki-laki. walaupun tidak semua kaum laki-laki menganggap demikian, namun dapat dikatakan hampir semua laki-laki melihat kehebatan wanita sangat abstrak.

pembicaraan ini, bukan karena saya adalah seorang wanita. tetapi, saya berbicara seperti, karena saya memiliki seorang ibu yang sangat luar biasa.

ibu saya seorang guru sekolah dasar yang memiliki kemampuan yang jarang dimiliki oleh kaum ibu kebanyakan. dalam keseharian beliau, hampir tiap hari jarang di rumah, beliau wanita carrier yang senantiasa mengasah terus kemampuannya untuk berprestasi, mungkin ini, hal yang serupa dengan para wanita yang sudah menjadi ibu, yang mungkin, mereka berprofesi sebagai wanita carrier yang memiliki schedule yang sangat padat.

sewaktu masih kecil, saya menganggap, bahwa saya bukanlah anak dari seorang ibu, namun saya adalah anak seorang pembantu. saya menganggap dmeikian, karena ibu saya sangat sibuk.

selain itu, saya menganggap ibu saya sangatlah cerwet, galak, dan pelit. saya disuruh mengikuti kegiatan-kegiatan, seperti : kegiatan seni, kegiatan olahraga, dan educations skill. hingga, saya jarang sekali bermain, layaknya anak-anak kebanyakan.

hingga, saya besar, saya baru menyadari, bahwa selama ini, saya salah menilai seorang ibu. Ibu saya, adalah wanita yang memiliki capabilitas luar biasa dalam memperjuangkan hak anaknya.

setiap saya, mengikuti lomba apapun, dia orang yang pertama, yang mendukung secara finansial, tenaga, dan doa.

Ibu saya, sering menangis, menangis karena kelakuan saya yang bandel, dan menangis karena saya berhasil memenangkan perlombaan atau berhasil lulus ujian.

pelitnya seorang ibu adalah, pelajaran buat anaknya, agar anaknya dapat berhemat, dan tahu bagaimana susahnya mendapatkan materi. Galaknya seorang ibu, adalah api. api yang dapat menghapuskan semua menjadi abu, namun, dapat menjadi manfaat untuk orang banyak.

perspektif wanita, kian zaman kian berubah. wanita selalu dianggap sebagai alat penghias dunia, sebagai obyek yang dapat digunakan kapan saja.

apakah serendah itukah wanita??..

wanita adalah Ibu..

Wanita memiliki kekuatan yang di luar dugaan manusia. Wanita memiliki pedang yang dapat membuat semuanya runtuh..

Wanita memiliki seribu tangan, yang dapat menolong banyak orang,,

Wanita memiliki kekuatan, dalam merubah sebuah zaman.

untuk itu, wanita dapat melakukan segalanya, jika dia mau berusaha dan optimis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar